Kabar Dari Morbau : Kayu Bakar Untuk Memasak Sehari Hari

Sukanegeri Oku Timur ( Kamis 8 Oktober 2015 )
Kabar Dari Morbau Sukanegeri,
Disebagian orang yang telah menikmati mudahnya menggunakan gas LPG, sebagian lainnya masih menggunakan kayu bakar dari ranting pohon. Ini merupakan hal yang sangat kontras, dari kegemerlapan kota dengan segala fasilitasnya, pejabat dengan segala apa yang dimilikinya. jadi kita mulai ceritanya. Bermula dari banyaknya jumlah kayu yang mati dimusim kemarau sebagian masyarakat disini menggunakan ranting pohon yang telah mati untuk memasak sehari hari, ranting ini bisa dari ranting kayu mana saja asal sudah terlihat kering orang disini nyebutna NGOLUH, Jadi kayu tersebut diambil dari ranting pohon yang telah mati atau ranting pohon yang telah tergeletak ditanah. Pohon ranting tersebut dipotong ukurannya kecil kecil untuk memudahkan dimasukkan dalam karung.
Setelah dimasukkan kemudian diankut dengan motor dan digunakan untuk kebutuhan sehari hari. Kayu yang kita gunakan kali ini adalah ranting dari kayu batang karet yang telah mati karena kemarau.

Gambar Kabar Dari Morbau : Kayu Bakar Untuk Memasak Sehari Hari 

 


Cerita Dari Morbau : Cerita 3 tanaman beda jenis

Morbau Sukanegeri Oku Timur ( Jum'at 2 Oktober 2015 )

Alkisah ,,Di Morbau diatas lahan 5 HA.
Disana ada 3 macam jenis tanaman yang ditanam yaitu Pepaya Calipornia super, Pisang dan jeruk. Ini ada cerita menariknya,,,
Alkisah seorang petani tersebut menanam ketiga jenis tanaman tersebut sehingga semuanya menghasilkan dan ketiga tanaman tersebut ditanam secara serentak yaitu pisang , jeruk dan pepaya.. jadi menurut petani tersebut. 6 bulan pertama pepaya akan berbuah dan kita panen, 1 tahun kemudian pisang berbuah dan kita panen dan habis pisang maka 3 tahun kemudian jeruklah yang akan kita panen dan setelah 3 tahun pepaya kan selesai dan kita akan cari tempat yang lain untuk menanam pepaya. nah adakah teman yang setuju dengan cerita diatas......

 Gambar Cerita Dari Morbau : Cerita 3 tanaman beda jenis